Senin, 02 Desember 2013

Makalah “Mengapa Saya Layak Menerima Teacher Of The Year”






Mengapa Saya Layak Menerima Teacher Of The Year



BAB I
LATAR BELAKANG


A.      Motivasi Mengikuti Seleksi Penerima Penghargaan Teacher Of The Year
Guru adalah profesi yang sangat mulia. Karena gurulah yang membuat seseorang bisa menjadi presiden, jadi politisi, jadi profesor, jadi pengusaha dan lain-lain. Terlebih lagi guru Sekolah Dasar, sungguh sangat besar jasanya bagi peserta semua. Tanpa beliau, tidak sedikit orang yang buta huruf dan kehilangan etika. Karena, guru SD lah yang mengajari membaca dan menulis serta bernyanyi (sebelum ada Taman Kanak-Kanak). Kemudian, guru SD juga yang mengenalkan  budi pekerti luhur, sopan santun, dan saling menyayangi sesama. Seperti lagu yang pernah penulis dapatkan ketika SD ”Hormati gurumu sayangi teman, itulah tandanya kau murid budiman.”
Begitu mulianya tugas seorang guru. Mengajari anak orang supaya bisa membaca dan menulis serta memperoleh ilmu pengetahuan, kemudian mendidik anak orang supaya menjadi manusia yang baik dan bermanfaat untuk orang banyak. Dengan demikian, sungguh berat sebenarnya tugas seorang guru. Guru mengajar dan mendidik siswa dalam rangka mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas, berakhlak mulia, serta mampu melakukan perubahan-perubahan di tengah masyarakat . Bisa dikatakan bahwa gurulah tolak ukur keberhasilan dunia pendidikan di negri ini. Di tangan gurulah masa depan generasi muda ini ditentukan. Oleh karena itu, sebagai guru kita mesti berhati-hati dalam menjalankan tugas mulia ini. Jika kita salah dalam mendidik mereka, maka akan salah pula nanti produk pendidikan yang dihasilkan. Ingat, bahwa yang kita cetak ini manusia. Jadi, butuh kerja keras dan kesabaran ekstra.
B.        Visi dan Misi Kehidupan Sebagai Guru
Penulis memiliki prinsip hidup yang diajarkan orang tua yaitu  menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan lebih besar lagi masyarakat bangsa, Negara dan agama. Visi penulis sebagai guru adalah: “Menjadi guru professional yang dicintai  dan disegani siswa” Selama penulis menjadi siswa hingga menjadi guru selama 20 tahun penulis mengamati para pola pikir  siswa. Seorang siswa akan  mengidolakan dan senang pada guru apabila: nilai ulangan  siswa bagus, mengajarnya mudah diterima, memberi motivasi siswa untuk maju, membimbing siswa dengan sabar, guru bisa memberi rasa aman saat suasana belajar (smart). Untuk itu penulis berusaha mewujudkan keinginan siswa itu.
Untuk  mewujudkan visi itu saya memiliki misi yait
  1.   Selalu disiplin menjalankan tugas.
  2.  Memberikan pengajaran yang menarik berganti-ganti metode dan model pembelajaran sesuai materi
  3. Memberi penghargaan (reward) pada anak yang taat dan selalu disiplin menjalankan tugas dan peraturan sekolah.
  4.  Menamkan kejujuran saat ulangan dan berperilaku
  5. Menanmakan sopan santun saat berbicara dan bersikap. Penulis terinspirasi oleh Kepala Sekolah, saat beliau berkata yang sifatnya menyuruh selalu mengggunakan kata-kata “minta tolong dengan lemah lembut dan apabila sudah selesai selalu mengatakan terima kasih” selain itu pula kami diajarkan secara tidak langsung untuk selalu saling memaafkan dengan cara setiap selesai kegiatan apapun pasti ditutup dengan saling bersalaman. Dan masih banyak yang diajarkan oleh beliau kepada kami baik secara langsung maupun tidak langsung.


BAB II
PRESTASI YANG LAYAK MENJADIKAN SAYA SEBAGAI
PENERIMA PENGHARGAAN TEACHER OF THE YEAR
           
Menjadi guru berarti menjadi pemburu dan pecinta ilmu. Guru `dipaksa` untuk terus berolah pikir. Mengembangkan ilmu yang diperoleh selama di sekolah dan kuliah. Tidak jarang, guru bahkan mendapatkan ilmu baru yang tidak ada dibangku sekolah atau kuliah. Belum lagi beragam persoalan menyangkut murid, semakin menambah kematangan pribadi guru dalam berpikir dan bersikap. Inilah universitas kehidupan yang sesungguhnya.
Guru adalah cermin keteladan bagi anak didiknya, maka pantulan segala bentuk prestasi, kelebihan, kemampuan, kecerdasan, kebijaksanaan, kasih sayang, dan segala bentuk pemahaman kepada anak didik dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati. Dalam pengembangan diri, seorang guru tidak bisa hanya sekedar belajar teori-teori dalam ruangan yang terbatas, melainkan guru harus berpikir tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang terpenting adalah bagaimana seorang guru harus berpikir secara mandiri, kreatif, inovatif dan berkualitas.

A.      Prestasi Yang Dicapai Dengan Pengalaman Kerja serta Pengembangan Profesi
Keberhasilan adalah dambaan dan impian setiap orang, baik anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Kata keberhasilan identik dengan kata prestasi. Setiap manusia apapun profesinya tentu akan mempunyai keinginan untuk berprestasi. Oleh karena dengan berprestasi seseorang akan dapat menilai apakah dirinya sudah berhasil mencapai tujuan hidupnya atau tidak, juga untuk membawa nama baik bangsa dan negara jika memang bisa.
Pengertian prestasi yaitu hasil yang telah dicapai, dilakukan, diperoleh atau dikerjakan. Prestasi tiap orang tidak akan sama satu sama lain. Pengertian prestasi juga bermacam-macam:
1.    Prestasi adalah perolehan atau hasil yang telah dicapai dari suatu usaha, yang didasarkan pada nilai atau ukuran tertentu.
2.    Prestasi adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan usaha dan/ atau pekerjaan.
3.    Prestasi adalah hasil yang diperoleh seseorang dari satu periode ke periode lainnya yang menunjukkan adanya perubahan ke arah kemajuan.
4.    Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, prestasi berarti hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan, dikerjakan dan sebagainya.
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, maka saya akan berusaha mencoba menjabarkan beberapa prestasi yang telah diraih selama menjadi tenaga pendidik yang akan menjadikan bahan pertimbangan dan keputusan “Mengapa Saya Layak Menerima Penghargaan Teacher Of The Year yakni sebagai berikut:

1.          Bidang akademik
Prestasi dibidang akademik adalah sebagai berikut seperti yang tertera pada tabel dibawah ini:
No
Nama Lomba
Waktu Pelaksanaan
Tingkat
Penyelenggara
Ket
1.
Lomba Guru Teladan
2010
Kabupaten
Kemenag Kab. Belitung Timur
Juara III
2.
Guru Favorit versi siswa
2012
-
PGRI Kab. Belitung Timur

3.
Lomba Guru berprestasi
2013
Kecamatan
UPTD TK/SD Kec. Manggar
Juara I
4.
Lomba Guru berprestasi
2013
Kabupaten
Dinas Pendidikan Kab. Belitung Timur
Juara I
5.
Lomba Guru berprestasi
2013
Propinsi
Dinas Pendidikan Propinsi Kep. Bangka Belitung
Juara III
6.
Forum Ilmiah Guru
2013
Kabupaten
Dinas Pendidikan Kab. Belitung Timur
Juara I
7.
Forum Ilmiah Guru
2013
Propinsi
Dinas Pendidikan Propinsi Kep. Bangka Belitung
Juara I

2.        Pembimbingan Teman Sejawat
Sedangkan keterlibatan saya dalam pembingan teman sejawat adalah sebagai berikut seperti yang tertera pada tabel dibawah ini:
No
Mata Pelajaran/Kegiatan
Instruktur/Guru Inti/Tutor/Pemandu
Tempat
1
Pengimbasan Orientasi Guru PAI
Nara sumber
Manggar
2.
Seminar Hasil PTK Pembelajaran PAI
Nara sumber
Manggar
3.
Pitaran Pembina Pramuka 2009
Nara sumber
Manggar
4.
Woskhsop Pengimbasan Model Pembelajaran PAI
Instrsuktur
Manggar
5.
Pelatihan Guru PAI
Tingkat SD Tahun 2010
Instruktur
Manggar
6.
Pelatihan Guru PAI
Tingkat SD Tahun 2011
Instruktur
Manggar
7
Pelatihan Guru PAI
Tingkat SD Tahun 2012
Instruktur
Manggar
8.
Pelatihan Guru PAI
Tingkat SD Tahun 2013
Instruktur
Manggar
9.
Workshop Ekstrakurikuler Keagamaan Tingkat SD Tahun 2013
Instruktur
Manggar

3.        Bidang Seni dan Olahraga
a.       Mengikuti lomba gerak jalan indah mewakili PGRI Kecamatan Manggar dan meraih Juara Ke 1 Tahun 2007 tingkat Kabupaten Belitung Timur.
b.    Tergabung dalam paduan suara  mewakili organisasi PGRI pada saat upacara   bendera 17 Agustus 2012 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Belitung Timur.

4.        Bidang Sosial Kemasyarakatan
a.       Sebagai Tim Seleksi Raimuna Nasional Tahun 2008 Kwartir Cabang Belitung Timur.
b.      Pembina pendamping dalam rangka Perkemahan Wirakarya Daerah I Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2009.
c.       Tim seleksi Jambore Daerah II yang dilaksnakan oleh Kwaran Manggar tahun 2010.
d.      Koordinator Bidang cerdas cermat kegiatan Syiar dan Kesadaran Umat Beragama yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tahun 2010 s.d 2013.
e.       Membantu panitia pengaadan CPNS Daerah Kabupaten Belitung Timur sebagai pengawas ruangan ujian seleksi penerimaan CPNS  tahun 2009, 2010 dan 2013
f.       Mengisi kultum dan imam sholat Zuhur pada bulan Ramadhan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur tahun 2010 s.d 2013
g.      Tim Safari Ramadhan tingkat Desa Lalang sebagai penceramah tahun 2009 s.d 2013.
h.      Pembinaan imtaq di SMP Negeri 1 Manggar yang dimulai tanggal 30 Januari 2012 s.d 30 Maret 2012.
i.        Khotib jum’at dan khotib Idul Fitri/Idul Adha di Masjid yang ada di wilayah Kecamatan Manggar.
j.        Tim Munqisy LPPTKA BKPRMI Belitung Timur  bidang surat-surat pendek tahun 2009 s.d 2013
k.      Kepanitiaan halal bi halal yang dilaksanakan oleh PGRI Kecamatan Manggar sebagai ketua pelaksana tahun 2007 s.d 2012.
l.        Panitia Ujian Universitas Terbuka sebagai pengawas keliling tahun 2008 s.d 2012.
m.    Panitia seleksi Kejuaraan Daerah (KEJURDA) VI Kabupaten Belitung Timur sebagai seksi acara tahun 2013.

5.        Bidang Organisasi
Di bidang organisasi keterlibatan saya adalah sebagai berikut seperti yang tertera pada tabel dibawah ini:
No
Nama Organisasi
Tahun
Jabatan
Tingkat
1.
Pengurus KKG PAI Kecamatan
2007-2010
Wakil Ketua
Kecamatan
2.
Penambahan Pengurus PGRI Cabang
2005 -2010
Bidang Kerohanian
Kecamatan
3.
Pengurus KKG PAI Kabupaten
2008 -2011
Ketua
Kabupaten
4.
Dewan Pengurus Daerah BKPRMI

2008-2011
Ketua II
Kabupaten
5.
Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Manggar
2008-2012
Sekretaris
Kecamatan
6.
Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Beltim
2009-2014
Ancab urusan
Siaga Putra
Kabupaten
7.
Pengurus Daerah PGRI Belitung Timur
2009-2014
Bidang
Kerohanian
Kabupaten
8.
Pengurus KKG PAI Kecamatan
2010-2013
Sekretaris
Kecamatan
9.
Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
2010 -2013
Ketua
Desa
10.
Dewan Pengurus Daerah BKPRMI
2011-2015
Ketua I
Kabupaten
11.
Pengurus KKG PAI Belitung Timur
2011-2015
Ketua
Kabupaten
12.
Pengurus KNPI Belitung Timur
2012-2015
Ketua  9
Kabupaten


6.        Bidang Membimbing Siswa
Sedangkan dalam membimbing dan melatih siswa adalah sebagai berikut seperti yang tertera pada tabel dibawah ini:
No
Nama Kejuaraan
Tingkat
Tempat Dan Waktu
1.
Pekan Keterampilan
Dan Seni Pend. Agama islam 
Nasional
Jawa Barat,
23 s.d 28 Jul 2008
2.
Lomba Lukis / Mewarnai Gambar  3.HUT RI ke 61
Nasional
Jakarta,
17 Agt 2006
3.
Lomba Nasyid Gema Muharram 1429 H
Kabupaten
Manggar,
10 Jan 2008
4.
Busana Muslim  Putra dan putri Gema Muharram 1429 H
Kabupaten
Manggar,
10 Jan 2008
5.
Lomba Da’i Cilik Gema Muharram 1429 H
Kabupaten
Manggar,
10 Jan 2008
6.
Lomba Da’i Cilik Gema Muharram  1430 H
Kabupaten
Manggar,
 8 Jan 2009
7.
Lomba  Busana Muslim Putra Gema Muharram  1430 H
Kabupaten
Manggar,
 8 Jan 2009
8.
Lomba Cepat Tepat Pend. Agama Islam 1430 H
Kabupaten
Manggar,
 8 Jan 2009
9.
Lomba Cepat Tepat Pend. Agama Islam 1431 H
Kabupaten
Manggar,
18 Des 2009
10.
Lomba  Da,i Cilik  Syiar gema Muharram1431 H
Kabupaten
Manggar,
18 Des 2009
11.
Lomba  Da,i Cilik  Syiar gema Muharram1432 H
Kabupaten
Manggar,
6 Nop 2010

7.        Pengalaman Kerja
Kalau masalah pengalaman kerja penulis sangat minim, karena karier penulis menjadi guru dimulai sejak tanggal 1 April 2006 diangkat menjadi CPNS yang ditempatkan di SD Negeri 12 Manggar dan pada bulan Februari 2008 dimutasikan ke SD Negeri 1 Manggar. Tetapi penulis berusaha bekerja dengan maksimal yang diniatkan dalam hati bahwa menjadi seorang guru adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik, karena menyangkut mendidik generasi masa depan calon pemimpin bangsa.
Oleh karena itu penulis sekuat tenaga untuk bekerja dan beribadah demi generasi mendatang. Karena kesalahaan mendidik dampaknya sangat fatal sekali maka akan merusak generasi bangsa yang rusak moral dan korup. Seorang guru dapat berbuat kebaikan dan dapat melakukan dosa-dosa
Dan saya sadar secara sengaja atau tidak disengaja (dengan sesadar-sadarnya) telah secara langsung maupun tidak langsung sering melakukan dosa-dosa sebagai guru. Dan saya pun berdo’a : “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.”

BAB III
PRESTASI DALAM BERKELUARGA DAN BERMASYARAKAT

A.      Dukungan dari Keluarga
Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan prestasi seseorang dan juga akan menentukan masa depan anak-anaknya. Orang tua yang ingin membentuk anak-anak yang sukses memang tak boleh egois. Sikap menuntun anak berprestasi namun mereka sendiri tak mau berkorban akan menimbulkan sikap apatis pada seorang anak.
Keluarga juga merupakan faktor utama yang mendukung saya mengikuti seleksi penerima penghargaan teacher of the year. Dalam keluarga kami selalu mengedepankan kejujuran, kedisiplinan, selalu menghargai dan menghormati orang lain, terutama pada orang yang lebih tua. Sebelum mengikuti seleksi guru berprestasi ini, saya minta izin dulu kepada istri, walaupun saya pemimpin keluarga, saya tidak berani melangkah tanpa izin istri, sebab menurut saya, hormat dan berbakti pada istri adalah merupakan suatu kewajiban suami. Antara suami dan istri harus saling pengertian, agar tercipta keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah, agar bisa menjadi suri tauladan bagi anak-anak kami. Dan Alhamdulillah istri mendukung apa yang saya lakukan , asalkan saya tidak melupakan kewajiban saya sebagai seorang ibu.
Alhamdulillah kedua anakku Nurul Hidayati dan Nasthea Hidayati juga memberikan sport dan do’a untuk bapaknya mengikuti setiap ajang lomba termasuk mengikuti seleksi penerima penghargaan sebagai teacher of the year, sedangkan yang paling kecil Nasthevia Hidayati baru berusia 4 tahun belum mengerti apa-apa. Dengan bimbingan kami selaku orang tua mampu juga meraih prestasi baik dalam bidang akademik, serta berakhlak mulia.
   
B.       Kegiatan Sosial Yang Mendukung
Sungguh jasa guru tidak bisa dibilang dengan materi, tidak bisa diungkap dengan indahnya untaian mutiara kata, karena jasa guru tiada tara. Jasa guru yang hadir karena pengabdian yang tulus dengan kemurnian dan keikhlasan profesi. Guru bukan sekedar pekerjaan, tetapi profesi. Profesi merupakan tugas yang diberikan dan diterima dalam rangka hidup ditengah – tengah masyarakat majemuk. Profesi menuntut pendidikan dan ketrampilan yang amat tinggi serta spesialisasi yang tajam, dituntut tanggung jawab dan komitmen. Profesi pengabdian masyarakat yang luas kadang kala harus diawali semacam sumpah jabatan.
Untuk menjadi guru harus ada jiwa pengabdian, sikap-sikap yang baik harus dikembangkan. Kemudian baru ilmu, dan ketrampilan sehingga dampaknya pada status dan kesejahteraan guru akan mengikuti. Jangan menjadi guru yang dikejar kesejahteraan guru. Distribusi guru kondisi sampai saat ini belum merata. Guru lebih banyak di kota daripada di pedesaan karena peluang dan pendapatan lebih baik. Mungkin harus diperbaiki apa yang ingin dikejar, status boleh tapi yang utama prestasi.
Sosok professional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Guru dituntut mencari tahu terus-menerus bagaimana seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar bersama peserta didik; bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Menjadi guru bukan sebuah proses yang yang hanya dapat dilalui.
Guru bukanlah sekedar pekerjaan, guru adalah lebih dari sebuah pengabdian. Pengabdian kepada Allah SWT, pengabdian kepada masyarakat, pengabdian kepada siswa, yang membutuhkan bantuan dalam menggapai beragam ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada masyarakat sebagai warga negara selalu ingin berperan aktif dalam upaya mencerdaskan anak bangsa dan kehidupan bangsa. Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, sekarang dalam mengisi kemerdekaan, para guru berjuang mengangkat pena demi mengangkat derajat dan martabat generasi penerus bangsa agar tidak tertinggal oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Agar dapat bersaing dalam perputaran roda kehidupan di jaman yang terus maju ini.
Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut. Untuk itulah guru dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat khususnya dalam membelajarkan anak didik. Bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam melaksanakan tugas pengabdian pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Sehingga guru akan merasa senang dalam melaksanakan tugas berat mencerdaskan anak didik.
Guru di mata masyarakat masih dipandang sebagai orang yang serba bisa dan siap pakai. Sehingga setiap kepengurusan dalam organisasi guru selalu ada di dalamnya. Keikutsertaan dalam kegiatan yang posif dilingkungan masyarakat salah satunya mengikuti kegiatan latihan hadra yang dilaksanakan setiap malam rabu dan malam sabtu. Walaupun tidak sepandai rekan-rekan yang lain tetapi setidaknya menjalin hubungan dan silahturahmi antar warga sekitar, karena seharian beraktifitas.
Selain itu juga sholat magrib dan isya berjama’ah di masjid sekitar rumah senantiasa selalu disempatkan, dan kegiatan-kegiatan lainnya seperti keterlibatan dalam kepanitiaan acara pernikahan dan syukuran anak dalam lingkungan masyarakat sekitar. Sehingga seorang guru dapat dipandang bermanfaat bagi masyarakat
BAB IV
HARAPAN DAN RENCANA KEGIATAN MASA DATANG

A.      Harapan
Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama, yaitu Pemerintah, Lembaga Pendidikan (Sekolah), dan juga masyarakat. Ketiga unsur tersebut harus saling mendukung. Apabila salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak saling mendukung, maka jangan berharap mutu pendidikan bisa tercapai sesuai harapan kita. Seperti halnya penulis pun akan selalu berharap ada kesempatan untuk pengembangan diri untuk meningkatkan kualitas dan keprofesionalan sebagai seorang tenaga pendidik.
            Disamping itu pula harapan penulis menjadi guru adalah pengabdian, menjadi guru berprestasi adalah kebanggaan adalah : Ingin mengabdi menjadi guru yang  bukan sekedar janji semata namun dalam bentuk nyata benar-benar pengabdian yang penuh ketulusan, keikhlasan, kejujuran, penuh inovasi, pengorbanan waktu, tenaga maupun materi, untuk mencerdaskan, membimbing, mendidik jiwa-jiwa muda generasi penerus bangsa.

B.        Rencana Kegiatan
Menjalankan/ melaksanakan Visi dan Misi yang sudah tertuang dan terpatri, yakni:
1.      menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan prestasi yang diharapkan agar mampu meningkatkan mutu pendidikan.
2.    Meningkatkan kreativitas guru bukan sekedar penguasaan teori.
3.    Meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas.
4.    Meningkatkan karya inovatif guru dalam pengelolaan kelas.
5.    Meningkatkan kedekatan dan keakraban guru dengan siswa, sebagai jembatan pengembangan pengabdian masyarakat, melalui kelompok belajar siswa, juga ekstrakurikuler.
Selain diatas, ada beberapa hal yang lain untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan, oleh  penulis juga merencanakan beberapa program yait
  1.  Dalam mengajar membuat RPP yang memiliki bobot karakter, ketaqwaan, kejujuran, disiplin, kerjasama, bertanggung jawab, kemandirian, berpikir kritis logis dan sebagainya.
  2. Mengajar dengan memanfaatkan tehnologi, media pembelajaran, dan model pembelajaran yang bervariasi.
  3.  Mengajar  dengan  melakukan  proses dilaboratorium, dengan Contextual Teaching and Learning.
  4.   Tidak membedakan antara siswa pria dan wanita, kaya miskin, ras, keturunan, suku, budaya dan agama.
  5.   Mengadakan evaluasi diri untuk memperbaiki kinerja yang akan datang, melalui penelitian tindakan kelas, sharing dengan sesama guru, kepala sekolah dan orang tua melalui home visit.



BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Guru adalah cermin keteladan bagi anak didiknya, maka segala bentuk prestasi, kelebihan, kemampuan, kecerdasan, kebijaksanaan, kasih sayang, dan segala bentuk pemahaman kepada anak didik dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati. Dalam pengembangan diri, seorang guru tidak bisa hanya sekedar belajar teori-teori dalam ruangan yang terbatas, melainkan guru harus berpikir tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang terpenting adalah bagaimana seorang guru harus berpikir secara mandiri, kreatif, inovatif dan berkualitas.
Apa yang diamanatkan kepada kita selama itu baik, bermanfaat dan tidak merugikan orang lain maka harus kita jalankan.dan ingat jangan mengharapkan sesuatu yang tidak pantas kita terima karena semua itu datangnya dari Allah SWT.
           
B.       Saran
Saya berharap adanya kritik dan saran yang membangun kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan penulis makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan sehingga pertanyaan “ Saya Layak Atau Tidak  Sebagai Penerima Penghargaan Teacher Of  The Year?” akan terjawab pada akhirnya.

Teks Pidato Siswa


TANGGUNG JAWAB SEORANG PELAJAR
       

            Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh
Dewan juri yang saya hormati
Bapak ibu serta Teman-teman sekalian yang berbahagia
Alhamdulillahi rabbil’alamin assholatuwashala mu’ala asrofil ambiya iwal mursalin  wa’ala alihi washahbihi ajmain. Amma ba’du
Sadi Suharto, S.Ag
Pertama dan yang paling utama, terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat  ini guna melaksanakan suatu perlombaan pidato. Shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda  Rasulullah SAW, beserta para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in tabi’atnya, termasuk kita sekalian selaku umatnya mudah-mudahan mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT amin ya Rabbal ‘alamin.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Kita adalah pelajar, maka kita harus tahu akan status dan peran kita. Status kita adalah pelajar maka peran kita adalah belajar dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang  pelajar harus menanamkan rasa tanggungjawab pada diri masing-masing. Tanggungjawab seorang pelajar  adalah belajar dengan baik, mengerjakan tugas sekolah yang sudah diberikan kepadanya, disiplin dalam menjalani tata tertib sekolah. Artinya setiap pelajar wajib dan mutlak melaksanakan tanggungjawab tersebut tanpa terkecuali. Tapi kenyataannya banyak pelajar yang merasa terbebani dengan kewajiban mereka sebagai pelajar. Pelajar berangkat ke sekolah tidak lagi untuk tujuan belajar, akan tetapi dijadikan sebagai ajang untuk ketemu, kumpul dengan teman-teman, ngobrol dan lain sebagainya. sementara tugas sejatinya untuk belajar dan menimba ilmu sudah bukan lagi menjadi pokok. tapi ini realita dan potret pelajar masa kini. selalu menginginkan sesuatu tanpa bersusah payah. menyerah sebelum berjuang, kalah sebelum bertanding. 
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa “hakikat pelajar dan pemuda  hari ini adalah pemimpin hari esok”. Ketika pelajar hari ini sudah kehilangan kesadaran akan status dan perannya, maka apakah pelajar yang seperti itu yang akan memimpin negeri seribu cerita tentang kekayaan alamnya ini. Sedangkan dalam sejarah kehidupan kebangsaan Indonesia, peranan pelajar dan pemuda sebagai kaum intelektual muda tidak bisa dipisahkan. Mereka selalu menjadi penggagas, pelopor dan penggerak dalam setiap upaya perubahan semenjak kita belum merdeka. Para pelajar dan  pemudalah yang menorehkan kemerdekaan di bumi yang bergelar jamrud khatulistiwa ini. Tetapi, keadaan para pemuda di zaman kemerdekaan sekarang ini sungguh bertolak belakang dengan keadaan para pemuda di zaman sebelum kemerdekaan dahulu. Pemuda sekarang lebih memikirkan kepentingan pribadi dan mengesampingkan bahkan sampai mengacuhkan serta tidak mempedulikan kepentingan orang lain apalagi kepentingan negaranya.

Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Pelajar adalah generasi penerus  dan berkembang menjadi pemuda. Sepuluh pemuda dapat merubah dunia ini. Hal ini pernah diungkapkan oleh sang proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Bung Karno. “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut gunung Semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . berikan aku satu pena, maka insya Allah akan kubuat Rasulullah tersenyum bahagia
Bung Karno jelas ingin menunjukkan bahwa kekuatan  pemuda sangat besar. Dengan sepuluh orang pemuda, Ia yakin dapat mengguncangkan dunia. Ini berarti keberadaan pemuda Indonesia merupakan sebuah potensi besar yang dimiliki bangsa ini. Tanpa pemuda, maka kehidupan sebuah bangsa dapat dikatakan tidak memiliki masa depan. Siapa yang akan menggantikan para pemimpin-pemimpin jika bukan para pelajar ? Siapa yang akan mengharumkan nama bangsa jika bukan pelajar ?. Jika dianalogikan, sebuah negara tanpa pelajar itu bagaikan malam tanpa bintang, bunga tanpa kumbang, dan bangunan tanpa tiang
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Pelajar mempunyai pemikiran yang kritis terhadap masalah yang ada disekitar, mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat, dan bisa juga memperjuangkan aspirasi masyarakat. Secara umum peran pelajar antara lain, sebagai penyampai kebenaran, sebagai agen perubahan, dan yang paling utama sebagai generasi penerus bangsa. Dengan sifat keintelektual dan idealismenya, pelajar lahir dan tumbuh menjadi entitas (model) yang memiliki paradigma ilmiah dalam memandang persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan. Ciri dan gaya pelajar terletak pada ide atau gagasan yang luhur dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan yang ada. Olehnya, pelajar dituntut supaya bisa mengikuti perkembangan zaman, mempunyai sikap kritis terhadap lingkungan, mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, dan masih banyak lainnya. Kita sebagai pelajar jangan hanya sekedar menjadi pelajar, tetapi kita harus bisa mengembangkan potensi diri kita, mengembangkan jiwa sosial, dan juga kemampuan softskill dan hardskill. Dan yang paling utama yaitu kita sebagai pelajar harus bisa membawa negara ini kedalam perubahan yang lebih baik.
Pelajar  adalah the leader of tomorrow. Makanya di tangan kaum pelajarlah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Jika kaum pelajarnya memiliki semangat dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negaranya, maka sesungguhnya semuanya itu akan kembali kepadanya. Hasil pembangunan dalam aspek apapun sebenarnya adalah untuk kepentingan dirinya dan masyarakatnya
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
 Wassalamualaikum waramatullahi wabarakatuh







PENTINGNYA  KEJUJURAN DAN KEDISIPLINAN  DEMI TERCAPAINYA TUJUAN PENDIDIKAN YANG BERKARAKTER

            Assalamualaikum waramatullahi wabarakatuh
Dewan juri yang saya hormati
Bapak ibu serta Teman-teman sekalian yang berbahagia
Alhamdulillahi rabbil’alamin assholatuwashala mu’ala asrofil ambiya iwal mursalin  wa’ala alihi washahbihi ajmain. Amma ba’du
Pertama dan yang paling utama, terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kita semua dapat berkumpul di tempat  ini guna melaksanakan suatu perlombaan pidato. Shalawat beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda  Rasulullah SAW, beserta para keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in tabi’atnya, termasuk kita sekalian selaku umatnya mudah-mudahan mendapat limpahan rahmat dari Allah SWT amin ya Rabbal ‘alamin.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Kebanyakan orang mengatakan intelektualitaslah yang membuat seorang ilmuan hebat. Mereka salah, yang membuat mereka hebat adalah karakter. Karakter juga akan menjadikan kita menjadi seorang pribadi yang memiliki nilai tambah. Ingat bahwa karakter itu tidak bisa diwariskan, dibeli apalagi ditukar. Karakter itu harus di bangun dan dikembangkan di dalam diri kita masing-masing.
Saat ini bukan hanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia tetapi krisis kejujuran dan kedisiplinan. Kedisiplinan adalah hal utama untuk mencapai kesuksesan. Disiplin memang hanya kata yang sederhana, tetapi penerapannya dalam keseharian sangat sulit. Coba kita bayangkan jika sistem tubuh tidak disiplin sesuai fungsi kerjanya, pasti akan berantakan, bukan? Seperti itulah kehidupan kita jika tidak membangun sikap disiplin. Adapun tujuan pemerintah mencenangkan pendidikan yang berkarakter yaitu :
1.    Mengembangkan kebiasaan yang terpuji sesuai dengan budaya bangsa yang religius.
2.    Memiliki karakter yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
3.    Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
4.    Menjadi manusia mandiri, kreatif dan berwawasan kebangsaan
5.    Mengembangkan lingkungan sekolah yang aman, jujur, penuh kreatifitas dan bersahabat.

Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Dalam upaya merealisasikan pendidikan karakter yang berlangsung secara nyata bukan hanya wacana dibutuhkan 3 komponen pendukung yaitu : Keluarga, Guru di sekolah, dan masyarakat. Pendidikan karakter di sekolah tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan tetapi lebih dari itu misalnya penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Namun yang terpenting adalah penerapannya dikehidupan sehari-hari.
Saya akan mengambil contoh perilaku siswa yang kurang baik disekolah. Misalnya, bertengkar, memalak, tidak memberikan salam saat bertemu guru, mencuri, membuang sampah sembarangan, mengeluarkan kata-kata yang kurang enak didengar dan masih banyak lagi. Dari beberapa contoh tersebut membuktikan karakter kita tidak sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Apakah kita mau dikatakan sebagai bangsa yang katanya beradap dan berpendidikan tinggi tetapi dalam kenyataannya, moral kita justru memalukan dimata bangsa lain? Pasti tidak bukan? Menurut saya bukan hanya pengguna narkoba yang perlu direhabilitasi tetapi juga karakter bangsa yang semakin merosot.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Kita sebagai manuasia tentu nya pasti akan merasa senang dan bahagia jika kita memiliki teman yang besifat jujur, akan tetapi sebaliknya kita pasti tidak senang dan suka jika kita memiliki teman yang tidak jujur alias pembohong. hal itu dikarena orang jujur selalu melakukan sesuatu atas dasar kebenaran, baik dari niat, perkataan dan perbuatan, akan tetapi sebaliknya orang yang pembohong selalu memutupi kebenaran.
Nabi Kita Muhamad Saw telah memberikan contoh betapa pentingnya kejujuran dalam kehidupan kita, bahkan beliau sejak kecil sudah karena kejujurannya, Nabi Muhammad mendapatkan julukan AL-AMIN yang artinya yang terpercaya, dan sifat jujur itu selalu nabi Muhammad lakukan, sampai – sampai ketika Nabi berumur 25 tahun, beliau di lamar untuk dijadikan sebagai suami oleh tuannya sendiri yakni Ibu Saydatil Khatijdah karena kejujurannya dalam berdagang.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Rasullulah SAW berpesan kepada kita sekalian untuk selalu berlaku jujur, dalam sebuah hadistnya Rasullulah bersabda yang artinya :“Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga”
          Dari hadist di atas dapat di ambil kesimpulan bahwa orang yang berlaku jujur akan dimudahkan oleh Allah SWT menuju syurga. Karena apa ? Karena orang yang jujur dia akan selalu ingat bahwa dia selalu dilihat dan di awasi oleh Allah SWT.
Teman –teman yang aku cintai
Ada sebuah cerita di zaman Kholifah Umar bin Khatob, ada seorang anak pengembala domba yang terkenal akan jujurannya, sang kholifah penasaran untuk mengetes kejujuran sang anak itu, lalu datanglah sang kholifah kepada anak tersebut dan bertanya : Wahai anak kacil bolehkah aku beli 1 saja dari domba-dombamu dengan harga 3 kali lipat ? maaf tuan ini bukan domba-domba saya, saya disini hanya mengembala milik tuan saya jawab sang anak. Lalu Kholifah umar kembali bertanya : bukankah ini jumlahnya banyak jika kubeli satu saja tuanmu tidak akan tahu atau engkau katakana kalau dombamu mati dimakan srigalal ? Betul sekali tuanku tiadak akan tahu, Tapi Allah SWT pasti mengetahuinya Jawab anak tersebut membuat sang kholifah kemudian menangis bahagia.
Subhanallah cerita di atas adalah contoh kecil dimana kejujuran harus dilakukan di semua kondisi dan situasi karena sesungguhnya Allah SWT selalu mengetahui apa yang dilakukan manusia. Maka dari itu kita harus berlaku jujur, Di sekolah, di rumah, sediri maupun banyak orang harus berprilaku jujur. Kepada yang Orang Tua, Guru, Saudara dan juga kepada teman sebaya juga harus berlaku jujur.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Akan tetapi pada jaman ini kejujuran semakin langka,  di sana – sini terjadi banyak sekali kebohongan,  korupsi, kolusi dan nepotisme semakin merajalela, dari yang muda sampai yang tua, dari orang yang tidak punya sampai yang kaya raya dari rakyat jelata sampai pejabat istana, semua berlomba-lomba dalam kebohongan demi kepentingan pribadinya, naubillah summa naudzubillah semoga kita semua bukan orang-orang yang ada di dalamnya.
Ada sebuah ungkapan “ Ro’sud Dzunubi Kadibun” yang artinya pangkal semua dosa adalah kebohongan.  Maksudnya adalah orang yang berbohong maka dia akan selalu berbohong untuk menutupi kebohongan pertamanya agar tidak ketahuan. Maka dari itu Rasulullah SAW bersabda : Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka.
Bapak/ibu serta teman-teman yang saya hormati,
Sebelum mengakhiri pidato saya ini, ada sebuah ungkapan yang disamapakan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara “Membangun budaya agar siswa selalu siap dengan perubahan yang semakin kompetitif”  artinya diperlukan sikap yang berkomitmen dan disiplin terhadap pelaksanaan pendidikan karakter itu sendiri dan semua ini dapat dimulai dari diri kita sendiri. Semoga pendidikan sebagai jembatan emas masa depan dapat segera direhabilitasi.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum waramatullahi wabarakatuh